Kabalitbangtan: Bumikan Hasil Penelitian di Lapangan

By Ahmad Rajendra


Nusakini.com-- Jawa Timur--Hasil inovasi dan pengkajian para peneliti Kementerian Pertanian, diharapkan dapat segera diimplementasikan oleh petani di lapang. Demikian pesan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjri Jufri kepada para peneliti dan penyuluh BPTP Jatim dan Balitas, dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur. 

"BPTP adalah ujung tombak diseminasi dan transfer teknologi hasil-hasil peneliti litbang pertanian, bumikan varitas-varitas Badan Litbang di petani, juga inovasi teknologi lainnya melalui upaya transfer teknologi oleh litbang sendiri, jangan tergantung pada swasta,” ujar Fadjri, yang menyempatkan diri mengunjungi 3 unit kerja Balitbangtan di Malang Raya, yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim, Balai Pertanian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), dan Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika (Balitjestro). 

BPTP menurut Fadjri, sangat berperan dalam upaya mengenalkan varietas, teknologi budidaya dan alat mesin hasil riset para peneliti kepada petani di daerah.  

Dr. Sudarmadi Purnomo, Penanggung jawab koleksi plasma nutfah BPTP Jatim menyampaikan, berbagai jenis koleksi jenis sayuran, padi-padian dan kacang-kacangan lokal yang potensial dimanfaatkan untuk pengembangan lebih lanjut tersedia disini. 

"Kami menyambut baik tantangan Kepala Badan tersebut dan ingin menyalurkan benih seleksi yang dihasilkan untuk dapat dimanfaatkan secara lebih luas" ujarnya.  

Selama ini, tambah Sudarmadi, benih BPTP Jatim sudah disebar ke seluruh Indonesia untuk dikembangkan maupun dimanfaatkan oleh para petani di Jawa Timur. 

Sementara di Balittas, Fadjri menyempatkan memotivasi dan meminta para peneliti agar Balittas juga berkiprah lebih kuat lagi dalam menghasilkan varietas tanaman perkebunan yang menjadi mandat utamanya. 

“Dirjen teknis sangat mengharapkan dukungan kita dan memanfatkan hasil hasil varietas, alsin dan teknologi budidaya dari Badan Litbang", jelas Fadjri. 

Ia juga mendorong Balai Penelitian menjalin kerjasama dengan lembaga Internasional, lembaga nasional dan daerah. Namun harus dikelola secara baik dan memberilan manfaat kepada institusi dan negara. 

"600 inovasi teknologi Badan Litbang bukan hanya di buku atau di balai penelitian saja, tetapi juga digunakan dan bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya. 

Sedangkan di Balitjestro, Kabadan menekankan pentingnya pengelolaan Kebun percobaan dan tanamam Koleksi yang dimiliki sebagai sarana diseminasi teknologi. Masyarakat harus dapat melihat apa yang sudah dihasilkan baik varitas baru maupun teknologi budidaya yang dihasilkan. 

“Seperti teknologi Jeruk Berbuah Sepanjang Tahun (Bujangseta), ini inovasi luar biasa. Dengan teknologi ini para petani jeruk tak perlu lagi khawatir dengan masa panen yang singkat,” urai Fadjri di Kantor Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (28/6). 

Ia menambahkan, teknologi Bujangseta memungkinkan tanaman jeruk dapat berbuah sepanjang tahun, maksimal bisa panen lima kali dalam dua belas bulan. 

“Teknologi ini harus disebarkan dan diadopsi oleh para petani diseluruh Indonesia untuk mengatasi masalah musim, harga dan pasca panen yang selama ini dikeluhkan petani, jelasnya. (R/Rajendra)