Ini Dia 5 Obyek Wisata Terfavorit di Jakarta 2026
By Admin

nusakini.com — Awal tahun 2026 kembali memperlihatkan wajah Jakarta sebagai kota tujuan wisata, bukan sekadar kota transit. Di tengah libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, sejumlah destinasi wisata utama di ibu kota mencatat lonjakan kunjungan signifikan. Data ini menegaskan satu pola yang konsisten: warga memilih berlibur dekat, terjangkau, dan mudah diakses.
Berdasarkan data kunjungan destinasi wisata Jakarta pada periode Nataru, setidaknya lima obyek wisata menjadi yang paling ramai dan terfavorit di awal 2026. Meski belum dirilis secara resmi oleh Lembaga Kajian Pariwisata Indonesia (LKPI), tren ini sejalan dengan pola wisata perkotaan yang selama ini muncul dalam berbagai kajian pariwisata.
Monas: Ikon Nasional yang Tetap Jadi Magnet
Monumen Nasional (Monas) menempati posisi teratas dengan lebih dari 130 ribu pengunjung dalam dua hari, 27–28 Desember 2025. Angka ini menjadikan Monas sebagai destinasi wisata paling ramai di Jakarta menjelang pergantian tahun.
Tingginya kunjungan ke Monas tidak lepas dari statusnya sebagai simbol nasional sekaligus ruang publik. Lokasinya yang strategis, akses transportasi yang mudah, serta berbagai kegiatan musiman menjadikan Monas bukan hanya tempat wisata, tetapi ruang berkumpul warga lintas usia dan kelas sosial.
Ragunan: Ruang Hijau yang Dicari Keluarga Kota
Di posisi berikutnya, Kebun Binatang Ragunan mencatat sekitar 68 ribu pengunjung dalam satu hari. Destinasi ini kembali menjadi favorit keluarga, terutama warga Jabodetabek.
Bagi banyak keluarga urban, Ragunan menawarkan kombinasi langka: harga terjangkau, ruang terbuka hijau, dan fungsi edukatif. Di tengah kepadatan Jakarta, Ragunan berfungsi sebagai ruang pelarian dari hiruk-pikuk kota sekaligus sarana rekreasi anak-anak.
Ancol: Liburan Lengkap dalam Satu Kawasan
Taman Impian Jaya Ancol mencatat lebih dari 46 ribu pengunjung per hari selama periode libur akhir tahun. Kawasan wisata ini tetap menjadi pilihan utama bagi warga yang menginginkan pengalaman rekreasi beragam dalam satu lokasi.
Keunggulan Ancol terletak pada konsep destinasi terpadu. Pantai, taman hiburan, wahana keluarga, hingga kuliner tersedia dalam satu kawasan, menjadikannya alternatif liburan praktis tanpa harus meninggalkan Jakarta.
TMII: Wisata Budaya yang Kembali Dilirik
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencatat sekitar 18 ribu pengunjung per hari. Angka ini menunjukkan kebangkitan minat warga terhadap wisata berbasis budaya dan edukasi.
Revitalisasi kawasan TMII dalam beberapa tahun terakhir memberi wajah baru yang lebih ramah pengunjung. Bagi keluarga dan rombongan sekolah, TMII menjadi ruang belajar sekaligus rekreasi, menghadirkan Indonesia dalam skala mini.
Kota Tua: Sejarah yang Tetap Hidup
Meski jumlah kunjungan harian relatif lebih kecil—sekitar 4.200 pengunjung—Kota Tua Jakarta tetap masuk dalam daftar destinasi terfavorit.
Daya tarik kawasan ini terletak pada pengalaman historis dan visual. Aktivitas berjalan kaki, berfoto, mengunjungi museum, serta menikmati pertunjukan seni jalanan menjadikan Kota Tua populer di kalangan anak muda dan wisatawan domestik.
Wisata Kota dan Perubahan Pola Liburan
Lonjakan kunjungan ke lima destinasi ini mencerminkan perubahan preferensi warga. Banyak masyarakat memilih wisata dalam kota atau urban leisure dibandingkan perjalanan jauh. Faktor cuaca, efisiensi biaya, serta kemudahan akses menjadi pertimbangan utama.
Dalam perspektif kajian pariwisata, tren ini menunjukkan bahwa Jakarta semakin berfungsi sebagai destinasi wisata itu sendiri, bukan sekadar pintu masuk menuju daerah lain. Ruang publik, ikon sejarah, dan kawasan rekreasi massal terbukti masih menjadi tulang punggung pariwisata ibu kota di awal 2026. (*)