Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Peacekeeper Prancis di Lebanon
By Admin

Kementerian Luar Negeri
nusakini.com, Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada Prancis atas gugurnya personel pasukan penjaga perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Sabtu, 18 April 2026.
Dalam pernyataan resmi, Indonesia juga menyampaikan simpati kepada korban luka yang terdampak insiden tersebut. Pemerintah menilai serangan terhadap pasukan perdamaian yang terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Indonesia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat konflik harus menahan diri serta menghormati kedaulatan negara dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.
Menurut pemerintah, proses negosiasi yang sedang berlangsung serta kesepakatan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya. Tindakan kekerasan dinilai berpotensi memperburuk eskalasi konflik serta membahayakan keselamatan personel di lapangan.
Lebih lanjut, Indonesia menyampaikan kekhawatiran atas berulangnya serangan terhadap UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian, menurut pemerintah, tidak boleh menjadi target serangan karena dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius hukum internasional.
Indonesia juga menyatakan solidaritas terhadap Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya serta menegaskan komitmen untuk memperkuat perlindungan personel PBB, sebagaimana tertuang dalam pernyataan bersama pada 9 April 2026. (*)