Indonesia Mendorong ASEAN dan Korea untuk Memaksimalkan Kerja Sama Maritim

By Admin

nusakini.com--ASEAN dan Republik Korea (RoK) perlu konsisten menekankan pentingnya isu maritim pada aspek politik, keamanan, ekonomi serta sosial dan budaya. Kita juga harus melindungi dan melestarikan ekosistem dan sumber daya laut dari kegiatan yang merugikan seperti illegal, unreported, and unregulated (IUU) Fishing.

Hal ini krusial mengingat sumber daya laut itu vital bagi kehidupan dan terkait erat dengan ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan. 

Pernyataan tersebut disampaikan M.I. Derry Aman, Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan (MWAK), Kemlu RI, Ketua Delegasi RI (Delri)/Acting Ketua SOM ASEAN-Indonesia pada Pertemuan ke-20 ASEAN-Republic of Korea Dialogue di Pyeongchang, Republik Korea pekan lalu.

Kerja sama ASEAN-RoK yang telah berjalan baik hingga saat ini, harus sinergis dan melengkapi kerja sama dalam berbagai mekanisme ASEAN seperti ASEAN Plus Three (APT) dan East Asia Summit (EAS).

Untuk itu, Indonesia mendorong seluruh negara anggota ASEAN dan RoK untuk dapat mengimplementasikan secara efektif, konkret dan memanfaatkan berbagai kesepakatan penting dan strategis yang ada, termasuk dalam bidang maritim, khususnya mengenai EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang merupakan prakarsa Indonesia. 

Masih terkait kerja sama maritim, Indonesia juga mendorong ASEAN dan RoK untuk turut mendukung prakarsa Indonesia mengenai ASEAN Regional Forum (ARF) Statement on Cooperation to Prevent, Deter, and Eliminate IUU Fishing guna dapat disahkan pada Pertemuan tingkat Menteri ARF bulan Juli 2016

Dalam rangka menjaga kawasan yang aman, damai, dan stabil, Indonesia menggarisbawahi pentingnya ASEAN dan RoK meningkatkan kerja sama dalam hal pemberantasan terorisme serta upaya memperkuat pengembangan kapasitas negara-negara di kawasan Asia Timur dalam menghadapi radikalisme/ekstremisme. 

Pertemuan ini merupakan pertemuan tahunan ASEAN-RoK pada tingkat pejabat tinggi/Senior Officials' (SOM). Pertemuan dipimpin bersama oleh Ketua SOM ASEAN-Kamboja/Secretary of State Kemlu Kamboja, H.E. Soeung Rathchavy, dan Ketua SOM Republik Korea, H.E. Kim Hyoung-zhin, Deputy Minister for Political Affairs Kemlu RoK. Pada kesempatan ini, Indonesia menjadi lead discussant dalam pembahasan 2 mata agenda yakni kerja sama maritim, perikanan dan konservasi kelautan serta kerja sama sosial budaya dan people-to-people exchanges. 

Pada agenda kerja sama budaya dan people-to-people contacts, Indonesia menekankan pentingnya upaya peningkatan kerja sama people-to-people contacts di antaranya melalui berbagai program kepemudaan, serta pertukaran pendidikan dan beasiswa di negara anggota ASEAN dan RoK.

Indonesia terus mendorong penguatan pertukaran kebudayaan dan seni, antara lain melalui pengembangan industri kreatif. Wujud nyata kerja sama ini adalah semakin marak dan populernya drama dan musik Korea di negara anggota ASEAN, termasuk di Indonesia. Dalam kaitan ini, Indonesia menyambut baik ditetapkannya tahun 2017 sebagai ASEAN-RoK Cultural Exchange Year. 

Ke depan, Indonesia menekankan tiga hal yaitu pentingnya ASEAN dan RoK meningkatkan koordinasi dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan dan proyek di bidang people-to-people contacts, menjaga networking para peserta, serta meningkatkan partisipasi stakeholders yang lebih luas.

Menanggapi hal tersebut, RoK menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama kebudayaan dan people-to-people contacts dengan negara anggota ASEAN. 

Selain mengkaji ulang kerja sama kemitraan ASEAN-RoK di bidang ekonomi dan sosial-budaya yang telah berjalan selama ini, Pertemuan juga membahas beberapa isu lainnya yang menjadi kepentingan bersama, antara lain arsitektur kawasan, situasi ekonomi dan keuangan global, perkembangan di Timur Tengah dan ISIS, Semenanjung Korea, Laut China Selatan, serta kejahatan lintas negara. 

Secara khusus, RoK menyampaikan penjelasan mengenai perkembangan terakhir di Semenanjung Korea. RoK juga menekankan bahwa permasalahan nuklir Korea Utara secara keseluruhan masih merupakan suatu keprihatinan bersama.

Dalam hal ini, RoK berharap ASEAN dapat terus memberikan dukungan dengan menyampaikan pesan yang jelas dan konsisten kepada Korea Utara guna mendorong proses penyelesaian isu Semenanjung Korea. 

Pada pertemuan tingkat Menlu ASEAN-RoK bulan Agustus 2015 lalu, Indonesia telah menyerahkan coordinatorship kepada Kamboja. Pertemuan ke-20 ASEAN-ROK Dialogue kali ini merupakan Pertemuan pertama tingkat pejabat tinggi ASEAN-ROK di bawah coordinatorship Kamboja. Pertemuan tersebut juga pertemuan pertama H.E. Kim Hyoung-zhin sebagai Ketua SOM RoK yang baru. 

Delegasi RI pada Pertemuan ke-20 ASEAN-RoK Dialogue ini dipimpin oleh Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan (MWAK) selaku Acting Ketua SOM ASEAN-Indonesia beserta pejabat/staf dari Direktorat MWAK, PTRI ASEAN dan KBRI Seoul. 

Kerja sama kemitraan ASEAN-RoK dibentuk pada tahun 1989 dan terus dikembangkan baik melalui ASEAN-RoK Summit, Ministerial Meeting, dan SOM, maupun melalui ASEAN-led mechanisms lainnya seperti APT, EAS, ARF, serta ASEAN Defence Ministers Meeting Plus (ADMM Plus). 

Kemitraan ASEAN-RoK semakin diperkuat dengan peningkatan level kerja sama kemitraan dari comprehensive menjadi strategic partnership serta diadopsinya Joint Declaration on ASEAN-RoK Strategic Partnership for Peace and Prosperity pada KTT ke-13 ASEAN-RoK tanggal 29 Oktober 2010 di Hanoi.

Selanjutnya untuk mengimplementasikan kerja sama yang konkret dan bermanfaat, KTT ke-17 ASEAN-ROK di Kuala Lumpur, tanggal 22 November 2015, telah mengesahkan ASEAN-ROK Plan of Action to Implement the Joint Declaration on Strategic Partnership for Peace and Prosperity periode 2016-2020. (p/ab)