Hadiri Mubes PMTI, Mentan Dorong Sektor Perkebunan Toraja
By Admin

Musyawarah Besar V PMTI
nusakini.com, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong masyarakat Toraja untuk memaksimalkan potensi komoditas perkebunan lokal di daerah mereka. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh beliau saat menghadiri acara Musyawarah Besar V Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) pada Sabtu (10/10).
Pemerintah pusat berjanji akan memfasilitasi pengembangan berbagai komoditas seperti kopi, jambu mete, lada, dan kakao tanpa memungut biaya sepeser pun. Langkah ini sengaja diambil guna meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus memperbaiki taraf perekonomian para petani setempat.
Mentan menjamin bahwa warga yang memiliki lahan pertanian bisa segera mendaftarkan diri kepada pemerintah untuk mendapatkan dukungan komoditas tersebut. "Yang punya lahan, silakan daftar. Kopi ada, mete, lada, kelapa ada. Silakan," kata Amran di hadapan para peserta musyawarah.
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga membagikan cerita mengenai hubungan emosional dirinya dengan wilayah Tana Toraja di masa lalu. "Saya warga dari Tator juga. Saya tinggal di Jalan Nusantara dulu, di Tator, lama. Keluarga besar saya di Tator," tuturnya mengenang memori masa kecil.
Selain menjanjikan bantuan bibit, pemerintah turut mengumumkan keberhasilan program swasembada beras yang diklaim telah tercapai dalam waktu yang sangat singkat. "Alhamdulillah kita sekarang ini sudah capai swasembada beras dan tercepat sepanjang sejarah. Hanya dalam waktu satu tahun," tegasnya.
Kebijakan lain yang juga disorot pada forum tersebut adalah pemotongan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Selama republik ini berdiri, tidak pernah terjadi," ungkap Amran merujuk pada rekor penurunan harga pupuk tersebut.
Keberhasilan sektor pertanian ini juga ditunjukkan melalui indikator Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini menembus rekor tertinggi di angka 131,11. Namun, seluruh pencapaian ini diyakini membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh lapisan masyarakat agar bisa terus dipertahankan.
Mentan meyakini bahwa target kemajuan agrikultur nasional tidak mungkin dapat direalisasikan tanpa adanya semangat gotong royong antarlembaga. "Tidak ada sukses berjalan sendirian. Tidak ada, harus kolaborasi," pungkasnya memberikan motivasi. (*)