Groundbreaking di Karawang, Pabrik Baterai EV Nasional Siap Serap 8.000 Tenaga Kerja

By Admin


Antam
nusakini.com, Karawang — Kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja di Jawa Barat. Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, resmi dipilih sebagai lokasi pembangunan ekosistem pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi pertama di Indonesia.

Proyek bernilai Rp105,25 triliun ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui prosesi groundbreaking pada Rabu (1/7/2026). Selain memantapkan posisi Indonesia di pasar global, proyek ini diproyeksikan membawa dampak sosial ekonomi yang masif bagi masyarakat lokal.

Pemerintah memperkirakan operasional pabrik terintegrasi ini akan menyerap sedikitnya 8.000 tenaga kerja langsung. Tidak hanya penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi di wilayah Karawang dan sekitarnya juga diyakini akan terkerek lewat pembangunan berbagai infrastruktur penunjang, termasuk kawasan industri baru dan fasilitas dermaga multifungsi.

Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini digarap secara kolaboratif oleh konsorsium BUMN dan swasta global, yakni PT Aneka Tambang (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dari China.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyampaikan bahwa proyek hulu-hilir ini tidak hanya soal bisnis, melainkan komitmen kemandirian industri. Kesiapan pasokan material pun dipastikan aman mengingat produksi bijih nikel ANTAM sepanjang tahun 2025 melesat 62 persen mencapai 16,11 juta wet metric ton (wmt).

Nantinya, ekosistem industri di Karawang ini akan mengoperasikan enam perusahaan patungan (Joint Venture) yang mencakup seluruh rantai produksi. Mulai dari pemurnian nikel melalui fasilitas HPAL, produksi komponen inti seperti katoda dan sel baterai, hingga penyediaan fasilitas daur ulang baterai. Kehadiran infrastruktur modern ini diharapkan mampu mengubah wajah Karawang menjadi pusat inovasi teknologi hijau di Indonesia. (*)