FORSIBER Nilai Sejumlah Menteri Lebih Sibuk Bangun Citra daripada Ukur Dampak Kebijakan

By Admin

Dok. Ig/Seskab
nusakini.com, Koordinator Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) Hamdi Putra menyoroti kecenderungan sejumlah menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto yang dinilai lebih fokus membangun citra publik dibandingkan menunjukkan hasil kebijakan yang terukur.

Hamdi menyampaikan kritik tersebut dalam pernyataannya pada Minggu (1/2/2026). Ia menilai, pola kerja pemerintahan belakangan lebih menonjolkan narasi optimistis ketimbang bukti konkret perubahan yang dirasakan masyarakat.

Menurut Hamdi, publik kerap disuguhi slogan dan klaim keberhasilan, namun minim penjelasan mengenai indikator capaian kebijakan. Viralitas di ruang publik, kata dia, justru lebih dirayakan daripada evaluasi dampak nyata.

Ia menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada komunikasi kebijakan. Negara, menurutnya, memang perlu menjelaskan program kepada publik. Namun persoalan muncul ketika komunikasi justru menggantikan substansi kebijakan itu sendiri.

Hamdi menilai, keberhasilan kebijakan kini lebih sering diukur dari seberapa kuat narasi dipertahankan di ruang publik. Kritik kerap dianggap mengganggu, sementara kegagalan dibingkai ulang sebagai tantangan awal.

Ia juga mengingatkan risiko gaya “menteri-influencer” yang berpotensi melemahkan akuntabilitas. Menurutnya, pejabat publik seharusnya bertanggung jawab penuh atas dampak kebijakan, bukan sekadar menjaga citra.

Hamdi menilai, negara tidak kekurangan program, tetapi kekurangan kejujuran dalam evaluasi. Dampak kebijakan, kata dia, sering kali sulit diuji oleh publik.

“Kebijakan publik bukan soal persepsi, melainkan perubahan nyata dalam kehidupan warga,” ujarnya. (*)