Di Masjid Wanggu, Doa Menyatukan Polisi, Ulama, dan Mereka yang Terpinggirkan

By Admin

Foto : Binmas Polda Sultra
nusakini.com, Malam Nisfu Sya’ban di Masjid Baitul Muslimin Wanggu tak hanya dipenuhi jamaah rutin. Di antara barisan saf, tampak wajah-wajah yang jarang mendapat ruang: para gelandangan dan pengemis yang ikut larut dalam doa bersama.

Tanpa seragam atau atribut khusus, mereka duduk berdampingan dengan santri, ulama, dan anggota kepolisian. Suasana terasa sederhana namun penuh makna. Lantunan doa menggema, menyatukan latar belakang sosial yang berbeda.

Bagi Ditbinmas Polda Sultra, kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan. Pendekatan spiritual dipilih untuk menjangkau masyarakat yang kerap luput dari perhatian, sekaligus membuka ruang dialog sosial yang lebih humanis.

Kehadiran tokoh agama dan aparat kepolisian dalam satu majelis menciptakan suasana kebersamaan. Di malam itu, sekat antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat rentan seolah memudar, digantikan oleh harapan akan kehidupan yang lebih baik dan tertib. (*)