Dari Jalan Berlubang ke Harapan: Kisah Polisi yang Mengajak Warga Peduli

By Admin


Aiptu Mardiyanto
nusakini.com, Di tengah aktivitas rutinnya sebagai anggota kepolisian, Aiptu Mardiyanto memilih berhenti sejenak setiap kali menemukan jalan berlubang. Baginya, lubang di aspal bukan sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan potensi bahaya yang bisa mencelakai siapa saja.

Dengan peralatan sederhana di bak mobil pick up, ia menambal satu per satu titik yang dianggap berisiko. Tak ada seragam khusus atau proyek besar—hanya niat untuk membuat perjalanan warga lebih aman.

Belakangan ini, aksinya mulai menarik perhatian. Warga yang semula hanya melintas kini ikut berhenti, membantu menimbun lubang, bahkan memadatkan tambalan agar lebih kuat.

Ramlan, kepala lingkungan setempat, melihat perubahan itu sebagai bentuk kepedulian yang menular. Menurutnya, apa yang dilakukan polisi tersebut bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi juga membangun kesadaran bersama.

Di tengah proses yang masih berjalan, harapan pun muncul: agar perhatian serupa juga datang dari pihak yang memiliki kewenangan lebih besar, sehingga jalan yang diperbaiki secara swadaya ini bisa mendapatkan penanganan permanen. (*)