Bersama Kementan, Pertanian Maju Bersama

By Abdi Satria


nusakini.com-Madura-Pertanian di Madura terus menguat dalam kurun 5 (lima) tahun belakangan. Fokus pemerintah menghubungkan pulau ini dengan jembatan Suramadu berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah penyangga jagung pakan ternak nasional. Komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit terus bertambah luas terutama di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep. Pertanaman off season bawang merah selama musim hujan diakui sebagai penyelamat pasokan nasional. 

BPS mencatat luas panen jagung naik 0,1 persen, padi persen pada periode 2016 - 2017. Pada 2018 luas bawang merah naik 10,5 persen dan cabe rawit naik 17 persen. Luas panen jagung terus naik dari sebelumnya hanya 296 ribu hektare menjadi 300 ribu hektare. Begitupun bawang merah naik dari 2.414 hektare ke 2.667 hektare.

Tak tanggung - tanggung, Kementerian Pertanian  menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp 42 miliar ke Kabupaten Pamekasan untuk percepatan program pertanian. Bantuan tersebut meliputi pengembangan kawasan jagung, padi dan hortikultura. Termasuk bantuan alat mesin pertanian, unggas dan pemberdaayan petani.

Bupati Pamekasan, Badrutamam mengapresiasi perhatian pemerintah pusat kepada daerah wilayahnya, "Kita juga akan menerima mini excavator untuk bangun embung dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, bawang merah. Kita bekerja sama dengan petani. Saya akan bangun pabrik pakan ternak di Pamekasan."

Bupati muda yang selalu berpikir out of the box ini memiliki mimpi untuk membuat kawasan ekonomi terpadu. "Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa".

Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Moh. Ismail Wahab, Kepala BPTP Jawa Timur Chendy Tafakresnanto dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Lisa Widyawati. 

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Moh. Ismail Wahab menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya, "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10 - 20 persen saja yang masih lokal. Hebat bupatinya."

Ismail memuji kekayaan alam Madura yang mendukung pertanian, "Madura ini sinar mataharinya panjang, sehingga bentuk, warna dan rasa lebih maksimal. Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas."

Dirinya beserta jajaran Kementerian Pertanian mendukung penuh rencana Bupati untuk membangun pabrik pakan. Sebagian besar akan diupayakan untuk diselesaikan termasuk kebutuhan alat mesin pertanian. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah fokus menyelesaikan 3 masalah utama pertanian Madura yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai Rp 135 miliar. 

Sekjen Kementan, Syukur Irwantoro mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan tagline Madura Bersatu, Maju Bersama, "Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir."

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi turut menyampaikan dukungannya. "Kami sudah mengalokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang."

Dirjen yang akrab dipanggil Wandi ini berharap dengan begitu banyaknya dukungan, program ini berjalan dengan baik dan mensejahterakan petani di sana.(p/eg)