145 Camaba Lulus Seleksi Berkas PMB PEPI

By Admin


nusakini.com - Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk melakukan regerasi petani. Pembangunan pertanian menuntut seluruh komponen di lingkup pertanian untuk berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian sasaran strategis Kementerian Pertanian. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, Dalam tiga program aksi, antara lain: Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian di Kecamatan (KOSTRATANI), Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Mendukung Program Utama Kementerian dan Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Mendukung Penumbuhan Pengusaha Pertanian Milenial.

Menyiapkan generasi muda pertanian yang terampil dan kompeten menjadi tanggung jawab bagi Kementerian Pertanian, berbagai upaya dilakukan salah-satunya melalui pembinaan dan pengembangan pendidikan menengah pertanian. Ia pun meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kemtan), Dedi Nursyamsi menyatakan Kita harus menumbuhkan petani dan enterpreneur dari generasi muda yang andal dan mampu bersaing, BPPSDMP terus mengembangkan aspek SDM untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. SDM merupakan aspek strategis dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Dalam kurun waktu 3 tahun ini Kemtan telah memfokuskan membangun SDM yang andal melalui pendidikan vokasi. Banyak lulusan perguruan tinggi baik jurusan pertanian maupun jurusan lainnya belum sesuai dengan yang apa dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Untuk itu pendidikan vokasi diharapkan mampu membentuk mahasiswa untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian serta mampu untuk bersaing di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Di era 4.0 sektor pertanian pun menghadapi tantangan yang cukup besar. Kreativitas, inovasi dan pengembangan di berbagai sektor baik dari hulu hingga hilir menjadi tanggung jawab generasi muda sebagai penerus pembangunan," jelas Dedi Nursyamsi.

Hal senada disampaikan Wakil Direktur III bidang kemahasiswaan Tatang Suryadi menyatakan bahwa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) telah menseleksi 145 Calon Mahasiswa Baru (Camaba) dinyatakan lulus verifikasi berkas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada website www.pmb.pepi.ac.id Senin (02/06).

Camaba yang lulus berasal dari Prov Jambi sebanyak 2 Orang, Prov. Sumatera Utara 5 Orang, Prov. Sumatera Selatan 2 Orang, Prov. Sumatera Barat 1 Orang, Prov. Lampung 6 Orang, Prov. Banten 33 Orang, Prov. D.K.I. Jakarta 18 Orang, Prov. D.I. Yogyakarta 3 Orang, Prov. Jawa Barat 41 Orang, Prov. Jawa Tengah 24 Orang, Prov. Jawa Timur 7 Orang, Prov. Nusa Tenggara Barat 1 Orang dan Prov. Kalimantan Barat 2 Orang. Camaba yang lulus nantinya akan mengikuti ujian CAT Virtual sebanyak 72 Camaba yang lokasinya tempat tinggalnya diluar Jabotabek dan 73 Camaba akan dilakukan Ujian CAT yang dilaksanakan di Kantor PEPI.

Tatang menambahkan bahwa dari 145 camaba akan dilakukan rengking penilaian sebanyak 72 camaba yang nantinya akan mengikuti test wawancara yang rencananya akan dilakukan secara virtual. Pada seleksi PMB Jalur Umum PEPI akan menjaring camaba dengan nilai tertinggi dan persyarantan yang telah ditentukan sebanyak 36 camaba.

72 mahasiswa yang diterima pada Angkatan II diharapkan dapat terlatih untuk mengerjakan pekerjaan lapangan, dan sekaligus melakukan serangkaian keterampilan dalam hal tenaga operator, teknisi maintenance yang terampil, berintegritas dan memiliki jiwa entrepreneur serta berwawasan industri 4.0.

“Peran kurikulum yang tajam sesuai dengan kebutuhan Dunia usaha dunia industri, tenaga pengajar/dosen yang kompeten di bidang Enjiniring pertanian dan didukung oleh sarana prasarana kompetensi lengkap serta kesempatan melakukan praktek kerja lapang yang terkontrol, menjadi kunci sukses terbentuknya tenaga teknisi terampil yang berintegritas dan berjiwa wirausaha serta berwawasan industri 4.0”, Ujar Tatang. (drea)