Wisuda Seribu Tahfidz, Kemenag: Tersedia Jalur Beasiswa Kedokteran bagi Hafidz Al-Qur’an

By Admin


nusakini.com, Tasikmalaya --- Sebanyak 1.000 penghafal Al-Qur’an mengikuti Wisuda Akbar Forum Huffazhil Qur’an (FHQ) DPD Kota Tasikmalaya. Giat ini berlangsung di Gedung Alfath Building Center, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/1/2026).

Wisuda tahfidz menjadi apresiasi atas dedikasi para santri dan masyarakat dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an. Wisudawan berasal dari berbagai jenjang usia dan latar belakang, mulai dari siswa SD/MI, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, dengan capaian hafalan mulai dari 1 juz hingga 30 juz.

Mewakili Direktur Pesantren, Kepala Subdirektorat Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syafiuddin, menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak hanya memberikan pengakuan simbolik kepada para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga berkomitmen memuliakan masa depan mereka secara nyata. “Menjadi penghafal Al-Qur’an hari ini adalah investasi besar, bukan hanya untuk akhirat, tetapi juga masa depan duniawi. Negara hadir untuk memastikan para hafiz memiliki akses pendidikan dan kehidupan yang lebih baik,” ujar Aziz di Tasikmalaya.

Tampak hadir, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, unsur Pemerintah Kota dan DPRD Kota Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, serta jajaran Kemenag Kota Tasikmalaya melalui Seksi PAKIS.

Aziz mengungkapkan bahwa sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia telah membuka jalur afirmasi dan beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, termasuk untuk program studi strategis. “Beberapa perguruan tinggi seperti UI, UGM, hingga Universitas Airlangga telah memberikan perhatian khusus kepada para penghafal Al-Qur’an. Di UNAIR, bahkan tersedia jalur beasiswa menuju Fakultas Kedokteran bagi hafiz yang memenuhi kualifikasi,” jelasnya.

Menurut Aziz, kebijakan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kecerdasan spiritual sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki potensi besar sebagai pusat peradaban Al-Qur’an dunia. Saat ini tercatat lebih dari 199 ribu lembaga pendidikan Al-Qur’an, 459 ribu pengajar, dan hampir 3 juta santri aktif. Potensi ini, harus dikelola secara sistematis dan bertanggung jawab.

Terkait penguatan tata kelola, Aziz menjelaskan bahwa Kemenag tengah menerapkan moratorium sementara izin Rumah Tahfiz sebagai langkah penataan dan perlindungan santri. “Moratorium ini bertujuan memastikan Rumah Tahfiz benar-benar menjadi ruang yang aman, moderat, dan berkomitmen pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta setia pada NKRI,” tegasnya.

Kemenag juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya pendidik Al-Qur’an. Para ustaz dan pengajar diharapkan terus meningkatkan kompetensi akademik dan metodologi pembelajaran agar pendidikan Al-Qur’an semakin berkualitas dan adaptif.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dan Penjabat Wali Kota Tasikmalaya mengapresiasi para hafiz. Mereka menegaskan bahwa penghafal Al-Qur’an merupakan aset strategis daerah dan bangsa yang membawa keberkahan.

Wisuda juga diisi tausiyah motivasi yang mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Acara ditutup dengan doa bersama yang diikuti para wisudawan dan orang tua.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (*)