UNINDRA Berikan Beasiswa ke 90 Dosen Program Doktor S3

By Ahmad Rajendra


Nusakini.com--Jakarta--Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab institusi, Universitas Indraprasta PGRI hari ini (12/7) menggelar Pembekalan dan Motivasi kepada 90-an Dosen Penerima Beasiswa S3 yang saat ini tengah dan akan mengikuti kuliah di Program Doktor di berbagai disiplin ilmu, termasuk Manajemen Pendidikan. Acara ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Sumaryoto, Rektor Unindra di Sasana Krida Kampus Unindra Jakarta. Tujuannya, agar para dosen penerima beasiswa S3 Unindra ini dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

"Sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas dosen, Unindra sejak tahun lalu sudah memulai untuk program beasiswa S3 di berbagai kampus, seperti Unpak, IPB, Univ. Borobudur, dan ISI. Makanya, kami motivasi hari untuk memastikan proses belajarnya tuntas tepat waktu" ujar Prof. Dr. H. Sumaryoto didampingi M. Taufik, Warek 3 dan Hj. Sartini, Warek 4, dan Irwan, Kepala Program Tim Studi Lanjut S3.

Unindra menyadari, di tengak kesibukan mengajar dan aktivitas keluarga, para dosen penerima beasiswa S3 memang dihadapkan tantangan yang tidak mudah. Persis ibarat bermain sepakbola. Sekalipun sudah direncanakan dan memprediksi apa yang perlu dilakukan saat bertanding, seringkali manusia harus berhadapan dengan “bola" yang tak terduga. Sama halnya dengan menempuh kuliah S3, terkadang mahasiswa pun dihadapkan dengan sandungan dan tantangan yang tak terduga. Maka di situlah, motivasi diperlukan. Karena kuliah S3 pun harus memiliki kesiapan intelektual, finansial, dan mental.

Program Studi Lanjut S3 yang dilakukan Unindra ini tergolong langka. Karena tidak banyak kampus yang mau dan berani "menyekolahkan" dosennya dengan beasiswa ke program S3. Program beasiswa S3 Unindra saat ini sudah berjalan 2 gelombang dengan 90-an dosen studi lanjut S3. Sebagai kampus yang bervisi peduli, mandiri, dan kreatif, saat ini Unindra memiliki 1.100 dosen yang tersebar di 12 program studi dengan melayani 35.000 mahasiswa.

Studi lanjut S3 memang penting. Maka para dosen penerima beasiswa S3 Unindra di berbagai kampus perlu menjaga semangat belajar, di samping komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

Ibarat berangkat dari rumah menuju stasiun untuk mengejar kereta; menerabas lalu lintas padat dan panas, dan kini sudah sampai di depan pintu gerbang. Maka perjuangan itu hanya tinggal menukar uang yang sudah dikumpulkan dengan tiket agar bisa menggunakan kereta yang akan ditumpangi. Lalu, mengapa uang itu tak kunjung selesai ditukar tiket?

Analogi itulah yang pas untuk para dosen penerima beasiswa S3 Unindra. Agar tidak terlalu lama untuk “menukar uang” menjadi "tiket". Alias mampu menyelesaikan studi atau disertasi pada saatnya secara tepat waktu. Apalagi dengan fasilitas beasiswa S3 dari Unindra, segala keraguan harus dibuang jauh dan meraih "tiket" sebagai Doktor yang mampu mengabdikan ilmu bagi kemaslahatan orang banyak, termasuk kemajuan Unindra sebagai institusi pendidikan.

Maka jangan pernah takut datang ke kampus untuk belajar. Karena ketakutan selalu membuntuti layaknya hantu. Tapi tahukah, bahwa rasa takut sama sekali tak membantu kita?

Ketahuilah, tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Tidak ada kemudahan tanpa doa. Bahkan tidak ada keberhasilan tanpa ketekunan.(R/Rajendra)