Tidak Ada Merah Putih Samator di Srikandi Cup 2018

By Admin


nusakini,com--Jakarta--Satu kabar kurang menyenangkan kembali menghampiri kompetisi bola basket putri Srikandi Cup. Klub basket Merah Putih memutuskan mengakhiri keikutsertaannya dalam kompetisi bola basket putri Srikandi Cup. Keputusan ini disampaikan oleh Liana Sihombing, manajer tim Merah Putih di Jakarta.Merah Putih harus mundur dari kompetisi karena kepastian dari sponsor yang tidak kunjung ada, sementara tanggal dimulainya kompetisi sudah semakin mendekat.

Tahun lalu, Merah Putih seakan mendapat darah baru dengan bergabungnya perusahaan gas Samator sebagai titel sponsor bagi tim, hal ini seolah menjadi penanda awal kebangkitan Merah Putih, tercermin dari masuknya beberapa pemain baru dan perubahan di staf kepelatihan. Secaran prestasi, Merah Putih juga menunjukkan awal yang baik dengan menempati peringkat ketiga di akhir seri Makassar musim lalu, hanya saja setelahnya Merah Putih secara perlahan mulai kehabisan bensin. Performa di lapangan sedikit banyak menjadi tidak stabil, salah satu faktor penganggunya adalah cedera pemain yang menjadikan pekerjaan Nina Yunita lebih berat dalam mencari komposisi yang terbaik dalam setiap laga. Selepas musim berakhir, Merah Putih masih tetap optimis untuk kembali mengikuti kompetisi pada musim selanjutnya. Namun menjelan akhir pendaftaran, kabar bahwa Merah Putih mundur akhirnya tersebar.   

Merah Putih merupakan salah satu klub yang konsisten berpartisipasi pada kompetisi antar klub putri di Indonesia, klub ini memiliki tradisi yang cukup panjang di bola basket Indonesia. Merah Putih yang dulu bernama Merah Putih Predators merupakan salah satu anggota awal yang ikut tergabung dalam WNBL Indonesia di awal tahun 2012. Ketika liga mencapai rekor jumlah peserta terendah, 4 tim, Merah Putih juga masih mampu bertahan dan tetap berkompetisi. Salah satu hal yang unik, beberapa staf Merah Putih seperti Manajer Liana Sihombing, atau Kepala Pelatih Nina Yunita pernah menjadi pemain di klub di Merah Putih sebagai pemain, sebelum mengambil peran manajerial seperti saat ini.

Beberapa pemain Merah Putih pernah membuka rahasia kepada kami, mengenai apa yang bisa membuat tim ini selalu berjaya meski kadang melewati fase tidak stabil dan menantang. Rasa memiliki akan Merah Putih dan nilai kekeluargaan yang ada di dalamnya seolah menjadi resep utama untuk membuat tim ini terus berjalan dalam kondisi apapun. Secara personal, saya sendiri menganggap bahwa Merah Putih merupakan salah satu klub dengan predikat tahan banting. Dengan segala tantangan yang ada dari tahun ke tahun, tim ini selalu mampu bangkit dan terus berada di 4 besar. Meski demikian, cerita manis Merah Putih akhirnya sampai pada babak akhir, Merah Putih harus absen setidaknya untuk musim kompetisi ini.(r/rajendra)