Terus Sebarkan Berita Baik

By Admin


nusakini.com-Semarang – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah diminta terus menyebarkan berita baik dan hal-hal yang positif. Khususnya, yang berkaitan dengan masyarakat. 

Hal itu ditegaskan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Atikoh Ganjar Pranowo, saat Rapat Pleno TP PKK Jateng, Jumat (11/1). Dia menunjuk contoh, pemeriksaan IVA Test yang dianggap sejumlah warga, tak lagi penting dilakukan setelah menopause. 

Diakui, potensi terbesar kanker serviks memang saat perempuan masih menjalani aktivitas seksual. Kendati begitu, mengingat perjalanan penyakitnya yang terhitung lama, yakni mencapai 15 tahun, bagi wanita yang sudah pernah aktif berhubungan seksual pun mesti terus memantau kondisi vaginanya meski sudah menopause. 

“Biasanya kalau sudah menopause orang menjadi tidak aware. Padahal, perjalanan kanker itu bisa sampai 15 tahun. Jadi, meski sudah menopause, harus tetap aware,” tegasnya, di hadapan pengurus yang hadir di Aula PKK Jawa Tengah. 

Selain pencegahan dan deteksi dini kanker, kata Atikoh, pentingnya mencegah kematian ibu dan anak juga mesti terus disosialisasikan. Termasuk, mencegah pernikahan dini, menyosialisasikan keluarga sadar sehat, mendorong masyarakat untuk mengimunisasikan anaknya, dan sebagainya. 

Tak hanya menyangkut bidang kesehatan yang ditangani Pokja IV, informasi positif lainnya dari semua Pokja, baik Pokja I, II, III, juga mesti disebarluaskan kepada masyarakat. Seperti pola asuh anak dan remaja dalam keluarga dengan penuh cinta dan kasih sayang, yang di dalamnya termasuk pendidikan karakter pada anak, gotong royong, harus disampaikan. Sehingga, terbentuk anak-anak berkarakter, dan ketahanan keluarga yang semakin kuat. 

Dari aspek pendidikan dan keterampilan, ibu satu anak ini berharap TP PKK ikut memberikan pendidikan dan keterampilan untuk kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satunya, dengan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), melalui bekal berbagai keterampilan. Program UP2K pun mesti diimbangi dengan pengembangan kehidupan berkoperasi. 

Pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, juga mesti diajarkan. Bagaimana membiasakan menyediakan makanan yang bergizi, beragam, seimbang dan aman (B2SA), memanfaatkan pekarangan agar bisa dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat, hingga mengutamakan bela dan beli produk sendiri. 

“Saya sendiri sekarang sudah terbiasa menggunakan produk lokal. Dari baju, tas, dan sebagainya. Cuma, untuk sepatu, saya belum menemukan produk lokal yang nyaman dipakai. Kalau ada yang tahu, silakan kasih tahu saya,” tandasnya. (p/ab)