Singapura dan Kepri Saling Membutuhkan

By Admin

nusakini.com-- Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun memaparkan perkembangan terbaru Kota Batam dan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kepri kepada Menteri Luar Negeri Singapura HE Dr. Vivian Balakhrisnan, di Graha Kepri. Meskipun belum sesuai harapan tetapi sudah ada kemajuan ke arah yang lebih baik. 

Paparan Gubernur mengenai kondisi Batam dan Kepri tersebut menjawab pertanyaan Menlu Singapura mengenai kondisi terbaru Batam dari segala sektor. 

Beberapa pertanyaan yang diajukan Menlu Vivian diantaranya hubungan Pemko Batam dengan BP Batam, keamanan wilayah, kemudahan perizinan dan perkembangan perekonomian Batam. 

Menurut Vivian pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menjadi pertanyaan utama para pengusaha di Singapura yang berniat investasi di Batam. 

"Kami juga sulit menjelaskan kepada para pengusaha yang berniat menanamkan modalnya di Kepri. Mereka selalu ragu-ragu untuk investasi di Kepri. Karena kedua wilayah ini saling membutuhkan maka itu kami tanya langsung ke Pak Gubernur," ungkap Vivian. 

Sejauh ini, menurut Vivian keinginan pengusaha Singapura untuk menanamkan modalnya di Batam masih sangat tinggi. Hanya saja mereka belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi Batam terkini. 

Menjawab beberapa pertanyaan Menlu Vivian, Gubernur Nurdin mengatakan meskipun perkembangan terbaru Batam belum sesuai harapan tetapi sudah ada beberapa kemajuan yang dilakukan. Hal itu karena Nurdin terus mendesak pemerintah pusat agar membantu Batam dan Kepri untuk kembali bergairah di sektor investasi. 

"Harus kami sampaikan kalau perekonomian Batam sekarang slow down. Tak banyak perkembangan yang berarti. Tapi kami terus berjuang ke Pemerintah Pusat, bahkan langsung kepada Presiden RI. Dan sudah ada sedikit kemajuanlah," ungkap Nurdin. 

Dualisme Pemko Batam - BP Batam menurut Nurdin sudah sampai ke Presiden Jokowi dan sudah menjadi bahasan serius Presiden. Nurdin yakin Presiden Jokowi akan menentukan yang terbaik untuk gairah ekonomi nantinya. 

Selain itu, pemerintah pusat juga sudah memberikan sinyal untuk membuka kawasan Rempang-Galang sebagai kawasan investasi baru. Beberapa aturannya sedang disusun oleh pemerintah pusat. 

Sementara untuk situasi keamanan Batam sejauh ini menurut Nurdin sangat kondusif. "Kapolda Kepri sangat apresiatif dalam menjaga keamanan di Kepri ini," ujar Nurdin. 

Selain menjelaskan perkembangan Batam, Nurdin tak lupa menawarkan Kabupaten/Kota lain kepada Menlu Vivian untuk berinvestasi. 

"Ada Bintan dengan wilayah yang cukup luas, ada Karimun yang saat ini sudah berinvestasi tiga perusahaan asing, ada Anambas dengan pesona alamnya dan Natuna dengan potensi laut dan pariwisatanya. Juga Lingga dengan potensinya. Dijamin berinvestasi di daerah-daerah ini tidak seribet di Batam. Kalau ada hambatan, temui saya nanti. Saya langsung nanti yang urus," tegas Nurdin.

Pertemuan Menlu Singapura dengan Gubernur Kepri ini menurut Duta Besar Singapura di Indonesia, Anil Kumar Nayar sebagai bentuk pertemuan awal Pemerintah Singapura dengan Kepri untuk mencari informasi terbaru tentang Kepri. Hal tersebut terkait dengan rencana kunjungan President RI Jokowi ke Singapura September nanti. 

Selain Duta Besar, rombong Menlu Singapura juga membawa Konsulat Singapura untuk Batam Gavin Cay, Dirjen dan tujuh sektetaris Kementerian Luar Negeri Singapura. (p/ab)

Sementara Gubernur Kepri didampingi Asisten 2 Setda Provinsi Kepri Syamsul Bahrum, Kadis Perindag Kepri Burhanuddin.