Siapkan Talenta Coding, Menkominfo Apresiasi DACSA

By Admin


nusakini.com - Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresasi peluncuran Del Arrbey Coding and Startup Academy (DACSA) untuk memenuhi kebutuhan talenta sumberdaya manusia (SDM) dalam hal pemrograman atau coding. Menurutnya, saat ini Indonesia cukup tertinggal dibanding negara-negara tetangga terutama Singapura. 

“Issue yang cukup besar di Indonesia adalah talent di Coding. Coding bukan bahasa program, tapi nalar, pikiran untuk membuat suatu proses baru. Coding ini kita telat, coding di Indonesia di mana?” katanya dalam Peluncuran Del Arrbey Coding and Startup Academy (DACSA) di Sopo Del Tower Jakarta, Kamis (31/5/2018) pagi.

Dari segi pendidikan digital, Menteri Kominfo menyebut tiga tahapan dalam pengenalan coding. "Mulai dari jangka panjang, jangka pendek, hingga terakhir promosi dan komunikasi," tandasnya.

Menurut Menteri Rudiantara dalam jangka panjang adalah masuknya coding dalam kurikulum SMK. Hal itu perlu segera dilakukan apalagi dirinya telah menyampaikan inisiatif itu kepada Menteri Dikbud yang lama, Anies Baswedan dan yang saat ini sedang menjabat, Muhadjir Effendy.

“Sumber dari talenta untuk digital di dunia, untuk startup itu dikenal dengan 3B, B area San Fransisco, Beijing, dan Bengalor. Di Indonesia sangat terlambat. Coding di Singapura diajarkan dimulai dari sebelum TK, Singapura memang tidak bisa dibandingkan, tapi idenya seperti itu,” tuturnya.

Jangka pendek yang diungkapkannya juga adalah dengan melakukan home schooling tingkat SMA. Sedangkan, dari segi promosi dan komunikasi, Indonesia bisa melakukan kegiatan seputar coding seperti coding day, coding camp, sampai coding internship.

Hal ini merupakan salah satu cara untuk menghadapi perubahan yang terjadi di masa mendatang seperti revolusi industri 4.0. “Kita harus menyikapi dengan menerima perubahan dan apa yang akan kita lakukan. Terjadi revolusi industri akibat dari munculnya teknologi, mengakibatkan kreativitas untuk mengubah suatu proses,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Strategy Consultan ARRBEY Handito Joewono menceritakan bagaimana awal mula lahirnya pemikiran DACSA ini. Lahirnya Dacsa sendiri merupakan hasil dari gagasan beberapa petinggi Institut Teknologi Del. “Dari pertemuan itu lahirlah keinginan untuk bikin sesuatu yang lebih bermakna tidak hanya buat yang ada di Medan tapi di Sumatera Utara, tapi juga buat Indonesia bahkan kalau mungkin di dunia. Kita mulai buat Del Arbey Coding and Startup Academy (DACSA).”

Handito juga berharap setelah adanya kegiatan ini akan banyak membantu startup lainnya untuk menjadi the next Unicorn. “Kita ingin setelah kegiatan ini akan muncul banyak hal yg membantu startup-startup kita agar seperti yang diharapkan, dicita-citakan pak menteri Rudiantara, akan lahir unicorn-unicorn yang banyak dari Indonesia. Kegiatan Dacsa sendiri adalah salah satu kontribusi untuk mendukung niat besar pak menteri Kominfo,” pungkasnya. (p/ma)