Seminar Akhir Kajian Indikator TIK 2016

By Admin


nusakini.com - “Ketika pengukuran atas perkembangan TIK telah disepakati secara internasional, maka setiap negara didorong untuk menyediakan data dengan kualitas tinggi dan dapat diperbandingkan secara internasional. Salah satu bentuknya ialah data tentang akses TIK oleh rumah tangga dan individu, yang dianggap penting karena merupakan kunci untuk memonitor progres menuju terciptanya masyarakat informasi" jelas Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, M.A., pada Seminar Akhir Indikator TIK di Rumah Tangga dan Individu Indonesia Tahun 2016 di Gedung Pusat TIK Nasional, Jumat (18/11/2016).

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan bahwa salah satu kelemahan sebagai Instansi Pemerintah, adalah kurang progresif, sebagai contoh, di saat demand sudah ada dan malah cukup tinggi, tetapi lembaga kita belum lincah sesuai dengan yang diharapkan, walaupun analisis yang dilakukan sudah memadai. “Salah satu policy brief aktualisasinya adalah harus sama-sama bergerak agar mengetahui isu-isu terkait seperti apa saja yang sedang trending, tidak hanya itu, tapi isunya (ialah) mampu mengantisipasi data-data yang diperlukan di masa depan." tambah Basuki.

Pada kesempatan yang sama, tim peneliti memaparkan hasil survei Indikator TIK 2016. Survei dilaksanakan dengan jumlah sampel sebanyak 9.588 Rumah Tangga di 139 Kabupaten/ Kota pada 34 provinsi. Indikator dalam survei ini disusun berdasarkan indikator TIK rumah tangga yang ditetapkan oleh ITU (International Telecommunication Union), dan disesuaikan dengan kondisi perkembangan TIK nasional. Hasil yang dipaparkan antara lain terdapat 31,0% responden yang telah menggunakan internet, atau berarti sekitar 80,7 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki akses terhadap internet, dan pada salah satu indikator terbaru yang diukur mulai tahun ini, tercatat sebanyak 24,2% pengguna internet melakukan aktivitas e-commerce, atau sekitar 19,5 juta jiwa penduduk Indonesia.

Seminar Indikator TIK Tahun 2016 di Rumah Tangga dan Individu dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi, Anggota Komite BRTI, Perwakilan APJII, Kepala Puslitbang SDPPPI, Kepala Pusbang Literasi dan Profesi SDM Informatika, para Kepala UPT Badan Litbang SDM, dan para pejabat struktural serta para peneliti di lingkungan Badan Litbang SDM.

Di akhir kegiatan, para pihak yang terlibat memiliki satu harapan yang sama, yakni untuk menjalin sinergi yang lebih terintegrasi dalam menyediakan data statistik TIK kepada masyarakat, agar tercipta efisiensi dan efektivitas. (p/mk)