Ruhut Usulkan Amran Kembali Jabat Menteri Pertanian

By Admin


nusakini.com - Jakarta - Eskalasi politik jelang pergantian pemerintah terus memanas. Sejumlah partai politik bahkan gencar menuntut kursi-kursi strategis di kabinet. Menyikapi hal tersebut, politikus senior Ruhut Sitompul turut bersuara. Khusus sektor pertanian, Ruhut meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengalokasikan kursi Menteri Pertanian untuk kalangan profesional. Menurut Ruhut, Amran Sulaiman merupakan sosok yang memenuhi kriteria tersebut. 

“Amran adalah sosok yang profesional. Saya kenal Amran dari saat masih menjadi pebisnis sukses yang berhasil memiliki berbagai jenis usaha. Saat ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertanian, Ia bisa membuktikan kapabilitasnya sebagai profesional. Cepat sekali belajarnya,” ungkap Ruhut saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa (13/8). 

Menurut Ruhut, sosok Amran telah membawa perubahan signifikan di sektor pertanian. Berasal dari luar birokrasi, Amran justru memahami pentingnya peranan para kelompok pemangku kepentingan di sektor pertanian. 

“Siapa pun yang mau jemput bola dalam rangka pembangunan pertanian akan dilayani oleh Amran. Dia tidak ada istilah jaga image. Semua yang mendukung pertanian siap dilayaninya,” tandas Ruhut. 

Sikap profesional tersebut, diungkap Ruhut, turut ditularkan ke jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), dari level pimpinan hingga ke bawah. Memiliki pengalaman sebagai anggota tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY )selama dua periode pada tahun 2004 – 2014, Ruhut menyoroti kepemimpinan Amran di Kementan berbeda dibandingkan menteri-menteri sebelumnya. 

“Saya menjadi bagian dari tim Pak SBY selama dua periode. Saya bisa bandingkan dengan menteri atau kementerian sebelumnya. Saat ini, saya berani sebutkan bahwa pegawai Kementan dari atas sampai ke bawah, semua memiliki etos bekerja, bekerja, dan bekerja,” jelas Ruhut. 

Usulan untuk mempertahankan Amran sebagai Menteri Pertanian sudah disampaikan Ruhut langsung kepada Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan. 

“Saya sudah sampaikan ke Presiden Jokowi, saya juga sampaikan ke Pak Luhut. Mohon dicatat, Pak Amran ini adalah salah satu menteri yang berhasil. Saya doakan Pak Amran masih tetap bisa menjabat sebagai Menteri Pertanian untuk periode berikutnya,” sebut Ruhut. 

Transformasi Menuju Pertanian Modern

Pada kesempatan yang sama, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor turut mengakui perubahan yang dibawa oleh Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian selama lima tahun terakhir. Menurut Dosmar, Amran memberikan perhatian khusus terhadap petani dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). 

“Sepanjang sejarah Indonesia baru kali inilah pak menteri yang luar biasa memberikan perhatian kepada petani, dan langsung mengena tanpa ada neko-neko, tanpa ada permainan. Petani sangat merasakan itu,” terang Dosmar. 

Di wilayahnya, Dosmar menyebutkan bahwa bantuan alsintan yang diberikan oleh Kementan telah dimanfaatkan secara maksimal oleh petani. Dengan alsintan tersebut, cita-cita petani untuk menjadi pengekspor pangan bisa diwujudkan. 

Dukungan terhadap Kementan dalam upaya menggiatkan modernisasi pertanian telah diungkapkan oleh Presiden Jokowi. Pada saat membuka Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Selasa (6/8) lalu, Presiden Jokowi mendukung usulan berbagai pimpinan daerah untuk memodernisasi para petani dengan berbagai sarana dan perlengkapan modern. 

"Memang kita harus berani mengalihkan pola pola pertanian tradisional menuju ke pola pola pertanian yang modern memakai teknologi. Ini tugas Bupati, tugas Wali Kota, tugas Gubernur, tugas Menteri-Menteri dan tugas kita semuanya," kata Presiden.

Menurut Presiden, selama lima tahun terakhir, Kementerian Pertanian sudah mendistribusikan berbagai alsintan seperti traktor, excavator, dan bulldozer untuk pengharapan lahan di daerah Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. 

"Saya kaget juga dalam satu kabupaten traktornya ada banyak, begitu juga dengan excavatornya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada. Dan saya lihat bantuan itu dari Menteri Pertanian," katanya. (eg)