Replika Ondel-Ondel 30.000 Bunga Aster Jakarta Raih Rekor Dunia MUR

By Admin


Replika Ondel-ondel Dari Bunga Aster/ Dok. Pemkot DKI

Jakarta kembali mencatatkan prestasi membangkakan melalui perhelatan Gebyar Bunga Rawa Belong 2026 yang resmi meluncurkan replika ondel-ondel raksasa berbunga Aster. Karya seni unik setinggi sekitar 5,9 meter tersebut sukses menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) serta pengakuan dunia pada Kamis, 3 September 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa replika ikonik ini dirangkai dari sekitar 30.000 kuntum bunga Aster berwarna-warni. Proses pembuatan mahakarya kebanggaan ibukota ini memakan waktu pengerjaan selama dua minggu penuh sebelum acara pembukaan.

"Atas pembuatan replika itu, hari ini, sertifikat rekor dunia dari MURI diserahkan kepada kami di DKPKP khususnya Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian (PPSHP) dan para pedagang," ujar Hasudungan saat ditemui di lokasi kegiatan. Ia menilai pencapaian gemilang ini merupakan hasil nyata dari sinergi kuat antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha Pasar Bunga Rawa Belong.

Keberhasilan meraih rekor bergengsi ini diharapkan mampu mendongkrak popularitas Pasar Bunga Rawa Belong di kancah internasional. Dinas KPKP optimistis animo masyarakat terhadap dunia florikultura akan semakin melonjak tinggi seiring berjalannya waktu.

"Semoga kegiatan ini bisa konsisten sehingga menjadi agenda rutin tahunan dan ikon event Jakarta," harap Hasudungan menutup keterangannya. Pemerintah daerah bertekad untuk terus mendukung pengembangan sentra perdagangan bunga terbesar di wilayah ibu kota tersebut.

Senior Manajer MURI, Triyono, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian luar biasa yang ditunjukkan oleh para perangkai lokal. Menurutnya, replika bunga tersebut merepresentasikan identitas, keramahan, serta semangat juang masyarakat Jakarta secara menyeluruh.

"Diharapkan melalui kegiatan ini, status Rawa Belong sebagai salah satu pusat bunga terbesar di Asia Tenggara semakin terkukuhkan," tambah Triyono. Pihaknya meyakini kawasan tersebut berpotensi besar menjadi destinasi wisata bunga utama di tingkat Asia pada masa mendatang. (*)