Pimpin Upacara Harkitnas di Malang, Mendikbud Ajak Siswa dan Pendidik Pelihara Persatuan

By Abdi Satria


nusakini.com-Malang-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 kota Malang, Jawa Timur, Senin (20/5). Upacara diikuti oleh perwakilan siswa, guru, dan kepala sekolah dari beberapa SMP di kota Malang. 

Dalam sambutannya, Mendikbud berpesan agar seluruh pihak turut memelihara semangat persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa Indonesia. 

"Saya sangat bangga dengan kalian semua. Inilah Indonesia. Mencerminkan suasana keanekaragaman, aneka ragam, akan tetapi di dalam hatinya sama, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia," 

dikatakan Mendikbud Muhadjir Effendy kepada para peserta upacara yang mengenakan pakaian adat dan tradisional dari berbagai daerah di tanah air.

Mendikbud kembali mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat tergantung kepada pembentukan karakter anak bangsa. Ia berpesan agar para pendidik dapat memberikan kesempatan setiap anak didik untuk dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif yang ada di sekolah. 

"Anak SMP itu ibarat baja yang sedang dipanaskan. Saat itulah untuk dibentuk menjadi apapun. Bisa menjadi senjata, bisa menjadi peralatan, apapun. Dan itu tugas bapak ibu guru dan kepala sekolah untuk mengarahkan para siswa kita," ujar Muhadjir. 

"Pendidikan karakter itu bukan diceramahkan. Tetapi dilakukan, dipraktikkan, dipanggungkan. Anak-anak diberi kesempatan untuk berperan," tambahnya. 

Tak lupa Guru Besar Universitas Negeri Malang itu mengingatkan para pendidik agar dapat menanamkan semangat nasionalisme kepada para siswa. Hal ini dirasa sangat penting dalam menghadapi tantangan pembentukan generasi muda yang semakin berat dan kompleks. Khususnya terkait ideologi yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila. 

Dalam menyikapi kenakalan remaja yang menyebabkan siswa melakukan tindakan tidak terpuji, Mendikbud berharap para pendidik dapat melakukan pendekatan yang bijak. "Ada 56 juta siswa kita, tidak sampai satu persennya yang melakukan tindakan tidak terpuji itu. Jangan digebyah uyah, disamaratakan semuanya seperti itu," ujarnya. 

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 mengambil tema "Bangkit untuk Bersatu". Tema ini mencerminkan semangat dan harapan agar segenap elemen bangsa dapat turut menjaga suasana selalu kondusif, penuh harmoni, dan persatuan. Pemerintah mengajak masyarakat untuk dapat memperbarui semangat gotong royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan di pentas global. Sebagaimana sering disampaikan oleh kepala negara bahwa Indonesia diproyeksikan segera menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia di masa mendatang. (p/ab)