Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi
By Admin

Dok. Kementan
nusakini.com, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi ancaman dampak Elnino (kemarau panjang) sebagai isu global terhadap produksi padi 2026. Berdasarkan prediksi BMKG, El Nino berstatus Godzilla mulai terjadi bulan Mei hingga puncaknya di bulan Agustus, sehingga ketersediaan air irigasi, prasarana dan sarana pertanian dan pertanaman padi petani harus dipastikan terpenuhi dan terus berjalan untuk peningkatan indeks pertanaman.
"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) selaku penanggung jawab program swasembada berkelanjutan Kabupaten Sukabumi terus berjibaku mengawal program strategis nasional mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan khususnya keberhasilan produksi beras hingga mencapai surplus," demikian dikatakan Pusat PVTPP/Pj Swasembada Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati dalam kunjungan kerjanya di Kelompok Tani Pangkalan Desa Waluran, Kecamaran Waluran, Sukabumi, Rabu (13/5/2026).
Leli menegaskan kegiatan pengawalan atau pendampingan yang dilalukan yakni di semua lini dengan terus berkoordinasi dengan intansi terkait di Kementan dan instansi lainnya terus dilakukan. Pertanaman padi sebagai komoditas strategis terus digenjot melalui peningkatan indeks pertanaman.
"Bantuan alat dan mesin pertanian tahun sebelumnya menjadi pemicu meningkatnya indeks pertanaman di beberapa kecamatan kabupaten Sukabumi. Salah satu Kelompok Tani Pangkalan di Desa Waluran, sepanjang tahun menanam padi secara terus menerus bahkan lebih dari 3 kali dalam 1 tahun," ucapnya.
Leli menyebutkan dari hasil kunjunganya, petani di Desa Waluran saat ini sedang tanam padi Inpago 8. Awalnya varietas ini ditanam di lahan kering, namun fakta di lapangan memberikan performa yang bagus juga di lahan sawah dengan provitas mencapai 6 ton/ha.
"Keunggulan lain selain sebagai amphibi ini adalah tahan terhadap blast. Dalam pendampingan ini kami mendorong tidak hanya peningkatan produksi tapi juga peningkatan indeks pertanamanya," ujarnya.
Lebih lanjut Leli menjelaskan Kementan memiliki banyak program strategis dalam memastikan ketersediaan air irigasi. Selain bantuan alat mesin pertanian (alsintan), juga terus mendorong berbagai pihak dalam perbaikan saluran irigasi.
"Perbaikan saluran irigasi yang rusak beberapa waktu lalu baik yang menjadi kewenangan pusat, provinsi maupun kabupaten menjadi perhatian serius kita bersama," terangnya.
Tidak hanya di pertanaman, lanjut Leli, Kementan juga memberikan perhatian serius guna mendorong pencapaian swasembaada sampai pada di level hilir. Untuk memjamin kesejahteraan petani, pemerintah telah menetapkan HPP gabah sebesar Rp 6.500/kg.
"Ini yang menjadi stimulan petani dalam melakukan budidaya padi. Hasil panen padi selain mendapat jaminan pasar juga adanya jaminan harga. Dalam kunjungan ini kami pun melakukan pengecekan di penggilingan padi dan gudang mitra Bulog di CV AM Putra Mandiri, menunjukkan bahwa serap gabah terus dilakukan dengan kapasitas giling 20 ton perhari," tuturnya.
Perlu diketahui, serapan gabah oleh penggilingan CV AM Putra Mandiri selain di Kecamatan Waluran juga mencakup wilayah kecamatan di sekitarnya seperti Ciracap, Ciemas dan Tegalbuleud. Adanya kebijakan serap gabah membuat penggilingan padi kekurangan ruang penyimpanan gabah. Bantuan pemerintah sangat diharapkan untuk meningkatkan serap gabah petani melalui bantuan vertical drier maupun polisher serta colour sorter untuk menunjang kualitas beras yang dihasilkan. (*)