Menlu RI dan Sekjen D-8 Sepakat Perkuat Visibilitas D-8 sebagai Platform Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

By Admin

nusakini.com--Menteri Luar Negeri (Menlu) RI menerima courtesy call Sekretaris Jenderal (Sekjen) Developing-8 (D-8) Y.M. Dato' Ku Jaafar Ku Shaari ,Jumat (13/4). Kunjungan ini merupakan yang pertama kali sejak Y.M. Dato' Ku Jaafar Ku Shaari menjabat sebagai Sekjen D-8 pada bulan Januari 2018.  

Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI dan Sekretaris Jenderal D-8 membahas perlunya meningkatkan aktualisasi eksistensi D-8 dan menjaga agar D-8 tetap berfokus pada kerja sama ekonomi dan perdagangan. Kedua pihak sepakat untuk mendorong sektor swasta dan pengusaha antara lain melalui kamar dagang negara-negara anggota D-8 guna memperkuat visibilitas dan hasil-hasil konkrit D-8 di enam sektor prioritas kerja sama D-8, khususnya peluang ekonomi di bidang industri halal, perbankan syariah, dan UKM.  

D-8 didirikan di Turki melalui Deklarasi Istanbul pada tanggal 15 Juni 1997, dan beranggotakan Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Turki dan Pakistan. Total GDP negara-negara anggota D-8 adalah AS$ 65,3 triliun. ‚Äč 

D-8 memiliki enam bidang prioritas kerja sama yaitu Perdagangan, Industri, Pertanian, Energi, Perhubungan, dan Pariwisata. Saat ini D-8 berada di bawah kepemimpinan Turki selaku Ketua KTT D-8. Indonesia merupakan Ketua KTT ke-5 D-8 pada tahun 2006. Dalam kunjungannya ke Jakarta, selain bertemu dengan Menlu RI, Sekjen D-8 juga bertemu dengan Fachry Thaib, Ketua KADIN Komite Timur Tengah dan OKI; Febrian A. Ruddyard, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri selaku Komisioner D-8 dari Indonesia, serta Dato Lim Jock Hoi, Sekretaris Jenderal ASEAN. (p/ab)