Menaker: Jadikan Desa Sebagai Basis Pelayanan, Perlindungan dan Pemberdayaan Buruh Migran

By Admin

nusakini.com--Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, M. Hanif Dhakiri meminta Kepala Desa agar menjadikan desa sebagai basis pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan buruh migran. Hal ini disampaikan pada launching Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di Desa Tegaweti Kecamatan Ileape Kabupaten Lembata Nusatenggara Timur, Selasa (30/8). 

"Kepala Desa harus terlibat aktif dalam pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan buruh migran. Kepala desa harus mendata, memonitor, memfasilitasi, warga desa yang akan, sedang dan purna bekerja di luar negeri" ujar Menaker. 

Menurutnya, peran kepala desa akan mengeliminasi keberadaan calo yang merekrut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan berbagai cara untuk tujuan-tujuan yang tidak bertanggung jawab. Hal ini merugikan calon tenaga kerja karena seringkali mereka mendapatkan pekerjaan yang jauh dari harapan yang ditawarkan, bahkan menjadi korban tindak perdagangan manusia. 

"Kalau ada calo yang menawarkan kerja di luar negeri dengan berbagai iming-iming dan cara-cara paksa, segera laporkan ke polisi. Pihak kepolisian juga kita minta kerjasama untuk menindak tegas jika ditemukan calo karena itu masuk kategori tindak perdagangan orang" imbuh Menaker. 

Selain itu, Menaker Hanif juga mengapresiasi inisiatif lokal untuk memberdayakan TKI dari desa, yang dimotori oleh Migran Care, yaitu Desbumi. Desbumi diharapkan bisa menjadi pusat layanan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat desa. Ia bisa memberikan informasi dan data yang akan, sedang dan purna pekerja di luar negeri. 

Desbumi diharapkan juga menjadi contoh bagi desa lainnya. Desbumi dilaunching untuk enam desa di Kecamatan Ileapi Kabupaten Lembata, yaitu Desa Beutaran, Desa Tegawiti, Desa Lamwolo, Desa Lamatokan dan Desa Bao Lali Duli. 

Dalam kesempatan ini Menaker didampingi oleh Sesidirjen Binspenta Budi Hartawan, Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Wisnu Pramono, dan perwakilan Direktorat Pengawasan Kemnaker RI, Haryanto.(p/ab)