Kemenag dan XL Axiata Rilis Program Membangun Negeri untuk Madrasah Aliyah 4.0

By Abdi Satria


nusakini.com-Jakarta-Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah bersama XL Axiata merilis Program Ramadan, “Bersama Membangun Negeri untuk Madrasah Aliyah 4.0”.  

Rilis program ini berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta. Tampak hadir, Direktur KSKK Madrasah A Umar, Kasubbag Tata Usaha Direktorat KSKK Madrasah Papay Supriatna, Chief Human Capital Officer at PT. XL Axiata Tbk Rudi Afandi, Group Head Region Jabodetabek XL Axiata Bambang Parikesit, Kepala Kankemenag Kota Jakarta Selatan Moh Komarudin, serta Kepala MAN 13 Jakarta Herawati bersama dewan guru dan siswa-siswi MAN 13 Jakarta. 

Menurut Umar, sinergi ini mencakup empat program, yaitu: 1) Karyawan XL Mengajar; 2) Ramadhan Berbagai Kouta (400 Akses Internet untuk madrasah Aliyah seluruh Indonesia); 3) Madrasah Aliyah 4.0 Leadership Bootcamp; dan 4) Madrasah Aliyah Vlog Competition. 

Umar berharap program ini bermanfaat bagi kaum milenial terutama anak-anak madrasah. Tren di Era Revolusi Industri 4.0 mengharuskan mereka meningkatkan kualitas dan kapasitas dirinya. 

"Peran kepala madrasah menjadi sangat penting untuk menyusun sebuah langkah yang strategis demi terciptanya sebuah peradaban manusia di Era Revolusi Industri 4.0,” pesan Dir KSKK Madrasah A Umar, Jumat (10/05). 

“Simbol kemajuan dengan melihat falsafah ular, ekor akan berjalan ke mana tergantung bagaimana kepalanya akan bergerak, semakin cepat kepala melangkah ekor akan mengikuti ritme kepalanya,” lanjutnya.  

Umar menambahkan, Revolusi Industri 4.0 harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membantu setiap kebutuhan manusia, termasuk pendidikan. Misalnya, kata Umar, sukses penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) juga ditunjang oleh keberadaan layanan jaringan Internet. 

Selain jaringan, Umar berharap program ini bisa dimanfaatkan para siswa untuk menimba ilmu terkait telekomunikasi dari para ahlinya. "Ingat, masa depan itu ditentukan dua hal, yakni kompetensi dan kompetisi. Siswa madrasah harus tumbuh menjadi pribadi yang kompeten dan siap berkompetisi,” tutupnya diikuti tepuk tangan siswa.   Kegiatan ini diakhiri dengan acara buka puasa bersama. (p/ab)