Keberhasilan Demokrasi, Pluralisme & HAM Indonesia Inspirasi Aliansi Global Ham Di Jenewa

By Admin


nusakini.com-​Jenewa- “Setiap negara memiliki cerita keberhasilan dalam pemajuan dan perlindungan HAM yang penting untuk dibagi kepada negara-negara lain", demikian ditegaskan Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Dubes Hasan Kleib pada saat peluncuran inisiatif “Good Human Rights Stories", di Jenewa menjelang masa persidangan Dewan HAM ke-40. 

Lebih lanjut, Dubes Kleib menekankan setelah 70 tahun diadopsinya Deklarasi Universal HAM, sudah seharusnya masyarakat internasional memperingati HAM dengan cara-cara yang lebih positif termasuk dengan berbagi kisah sukses dalam memenuhi dan melindungi HAM. 

Dubes Kleib tegaskan juga bahwa “keteguhan Indonesia pada demokrasi dan keberagaman pada hakekatnya berdasarkan pada kesetaraan dan persamaan hak dihadapan hukum, nilai-nilai perdamaian, dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat," 

Selain paparan Dubes Kleib, juga ditayangkan video singkat mengenai demokrasi, pluralisme dan HAM yang berisikan perjalanan demokrasi Indonesia dan kisah kemajuan HAM Indonesia di tengah-tengah keberagaman sebagai sebuah jawaban untuk kehidupan HAM yang lebih baik paska 1998. 

Indonesia diundang dalam aliansi ini tentunya karena track record HAM Indonesia yang semakin baik. Indonesia yang terus menunjukan kepemimpinannya di kawasan di bidang demokrasi dan HAM serta kerjasama efektifitas mekanisme HAM PBB menjadi rujukan bagi negara-negara lain untuk pemajuan dan perlindungan HAM di tingkat gl​​​obal. Pengakuan tersebut tercermin juga dari kepercayaan yang diberikan pihak penyelenggara kepada Indonesia sebagai negara pertama diantara 2 kelompok panelis dengan 11 wakil negara yang berbagai pengalaman dalam acara tersebut. 

Selain Indonesia, acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Komisaris Tinggi HAM PBB dan Presiden Dewan HAM, serta wakil-wakil dari negara Tunisia, Gambia, Uruguay, Selandia Baru, Burkina Faso, Argentia, Cape Verde, Norwegia, Georgia dan Korea Selatan. Wakil LSM yang ikut dalam peluncuran inisiatif ini di Jenewa adalah Internasional Service for Human Rights dan wakil Media dari Reuters. 

Kerjasama yang terbina erat tersebut semakin ditegaskan oleh pernyataan Komisaris Tinggi HAM yang dalam pidato pembukaan inisiatif ini menekankan pentingnya kerja sama dengan mekanisme HAM PBB. Menurut KTHAM, selain dari kiprah Kantor KTHAM dalam membantu negara di bidang HAM, negara itu sendiri juga perlu memperbaiki kondisi HAM-nya melalui komitmen dan cerita positif masing-masing agar dapat menginspirasi. 

Presiden Dewan HAM yang juga hadir dalam pidatonya menyatakan pentingnya inisiatif lintas wilayah dari 13 negara & Uni Eropa tersebut karena menunjukkan peran dan dampak Dewan HAM terhadap kehidupan sehari-hari individu. 

Sejak awal Indonesia terlibat dalam inisiatif yang diluncurkan Uni Eropa ini bersama 13 negara lainnya. "Good Human Rights Stories" merupakan suatu inisiatif aliansi global untuk HAM yang dimajukan oleh Uni Eropa dan sejumlah mitra negara termasuk Indonesia serta wakil LSM dan Media Internasional. Inisiatif ini memajukan pendekatan baru dalam pemajuan dan perlindungan HAM berbasis pada keberhasilan dan upaya nyata negara di bidang HAM dan diharapkan memberikan inspirasi bagi negara lain. 

Peluncuran di Jenewa ini merupakan kelanjutan dari peluncuraan inisiatif “Good Human Rights Stories" disela-sela persidangan Majelis Umum PBB ke-73 bulan September 2018 lalu yang dihadiri Sekjen PBB, Komisaris Tinggi HAM PBB, Wakil Presiden/Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Menlu RI dan Menteri negara peserta lainnya. 

Inovasi “Good Human Rights Stories" diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional untuk penguatan kapasitas negara dalam memenuhi kewajiban HAM-nya, baik secara mandiri maupuan melalui kerja sama bilateral dan multilateral. (p/ab)