Jelang Ramadhan, DWP Kemendes Gelar Pasar Murah

By Admin

nusakini.com--Jelang Ramadhan, bahan baku kebutuhan masyarakat berpotensi mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Melihat hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di bawah bimbingan Ari Haryati Marwan Jafar, Istri Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar menggelar pasar murah di area perkantoran Kemendes PDTT Kallibata Jakarta, Rabu (1/6). 

  "Semoga pasar murah ini bisa membantu karyawan dan masyarakat khususnya penduduk sekitar, untuk menyediakan bahan-bahan pokok menjelang puasa," ujar Ari Haryati, Penasehat DWP Kemendes PDTT, saat membuka pasar murah di Gedung Makarti Muktitama, kantor Kemendes PDTT . 

  Dalam kesempatan itu, Ari Haryati menegaskan, bahan-bahan kebutuhan pokok yang disediakan dalam pasar murah itu hanya untuk kebutuhan rumah. Artinya, masyarakat yang membeli di pasar murah tersebut tidak boleh untuk kembali diperjualbelikan. 

  "Yang berbelanja tidak untuk dijual lagi atau untuk kulakan, karena tujuan kita adalah membantu masyarakat untuk menyediakan bahan-bahan baku jelang ramadan, bukan untuk dijual lagi," tukasnya. 

  Ari Haryati berharap, pasar murah yang ramai dikunjungi oleh penduduk setempat tersebut, dapat berjalan tertib dan lancar. Saat meninjau pasar murah tersebut pun, Ari Haryati tak segan mengajak masyarakat yang berbelanja untuk antre dengan tertib. 

  "Stok ada banyak dan cukup. Panitia agar membawa data, apa-apa saja yang diperlukan masyarakat, agar tidak bertumpuk dan proses belanja bisa berjalan tertib," ujarnya. 

  Dalam pasar murah tersebut, produk-produk yang dijual beragam. Mulai dari beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, daging dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Pasar Murah ini pun mendapat antusias dan apresiasi positif dari masyarakat. Terlihat, ada banyak.pengunjung yang berbelanja di pasar.murah tersebut. Risma, warga kalibata misalnya, ia tampak membeli berkilo-kilo gula untuk persiapan ramadan. 

  "Harga gulanya murah, cuma Rp14 ribu. Kalau di luar Rp17 ribu, bedanya lumayan sampai Rp3 ribuan," ujarnya. 

  Begitu juga dengan pengunjung lain yakni Ana, warga setempat yang mengaku terbantu dengan digelarnya pasar tersebut. Menurutnya, harga yang ditawarkan pasar murah tersebut berbanding jauh dengan harga pasar pada umumnya. "Bawang merah di sini harganya Rp25 ribu, padahal kalau di pasar bisa sampai Rp40 ribu," ujarnya.(p/ab)