Jamin Hak Pilih Warga di Pilkada dan Pemilu, Masyarakat Harus Pro Aktif

By Admin

nusakini.com--Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta masyarakat untuk pro aktif memastikan, apakah sudah merekam data kependudukannya. Peran aktif masyarakat, sangat membantu agar hak pilih mereka tidak tercederai dalam kontestasi politik. 

" Peran aktif masyarakat di kota dan yang di luar negeri yang penting, kan enggak bisa kita masuk apartemen door to door, sulit. Mengharapkan partisipasi masyarakat ya mau dateng memastikan tinggal di mana, alamat di mana," kata Tjahjo, usia melakukan pertemuan dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Abhan), di kantor Bawaslu di Jakarta, Selasa (9/1). 

Jangan sampai, kata Tjahjo, masalah di Pilkada DKI Jakarta terulang. Kemarin, di Pilkada Jakarta, banyak warga ibukota yang di luar negeri, mendadak pulang. Tapi, mereka lupa belum merekam data kependudukannya. Sementara mereka ingin mencoblos. 

"Di DKI Jakarta, kemarin warga di luar negeri, dia pulang mendadak tapi dia lupa merekam datanya, dia pindah alamat dan didaftar TPS enggak ada. Terus marah- marah, enggak fair itu," katanya. 

Saat ditanya, daerah mana saja dari 171 daerah yang rawan timbul masalah, Tjahjo mengatakan, salah satunya adalah Papua. Menggelar Pilkada di Papua, punya problem tersendiri. Misalnya kondisi geografis yang sulit. Disamping, pemahaman warganya. Karena itu perlu sosialiasi yang intens dan massif. Tjahjo juga mengungkapkan, bahwa Kemendagri telah menyiapkan calon para penjabat gubernur yang akan bertugas di provinsi yang akan menggelar pemilihan.  

"Di Jawa cukup optimis (lancar). Jakarta saja yang begitu gaduh tapi hari H-nya lancar semua bisa," kata Tjahjo. 

Terkait dukungan pemerintah terhadap penyusunan daftar pemilih, menurut Tjahjo telah dilakukan. Kemendagri telah menyerahkan DAK2 dan DP4 yang akan jadi basis data komisi pemilihan dalam menyusun daftar pemilih. Tapi memang, masyarakat harus aktif. Sehingga pendataan bisa maksimal. 

"Masih ada 2 juta yang ganda. Nomor NIK-nya sudah ada tapi menentukan domisili dimana nanti. Pilkada ini memang penting karena ini daerah padat penduduk padat pemilih terlibat semua disini dari Sumut, Lampung, Jabar, Jatim, Sulsel dan Jateng," kata Tjahjo.(p/ab)