Indonesia Berupaya Mendorong Perdagangan Otomotif ke Vietnam

By Admin

nusakini.com--Delegasi Indonesia telah melakukan serangkaian konsultasi teknis terkait isu ekspor otomotif ke Vietnam, pada 27-28 Februari 2018. Pada kesempatan tersebut, Delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan regulasi Vietnam tersebut antara lain Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Kantor Perdana Menteri Vietnam, Asosiasi Vietnam Automobile Manufacturers (VAMA) dan Kementerian Transportasi Vietnam.‚Äč 

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kementerian Perdagangan, didampingi oleh Dubes RI Hanoi dan diikuti oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, para pelaku industri otomotif, serta jajarannya. 

Konsultasi teknis tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Perdana Menteri No. 116/2017/ND-CP (Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly and Import of Motor Vehicle and Trade in Motor Vehicle Warranty and Maintenance Services) dan Circular No. 03/2018 (regulation on the checking on imported automobiles for technical safety and environmental protection in line with the Decree No. 116/2017/ND-CP yang dikeluarkan pada tanggal 17 Oktober 2017. Surat Keputusan PM Viet Nam No.116 merupakan upaya proteksi pemerintah Viet Nam terhadap pengembangan bisnis otomotif dalam negeri dan perlindungan konsumen. 

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi Indonesia yang pada tahun 2017 tercatat sebagai negara eksportir mobil Complete Built-Up (CBU) terbesar ketiga di Viet Nam dengan total penjualan 16.829 mobil senilai USD293.376.185, setelah Thailand (38.244 mobil senilai USD702.870.827) dan RRT (11.966 mobil senilai USD447.530.294). Nilai tersebut meningkat dari tahun 2016 yang sebesar 3.884 unit dengan nilai USD44.880.870. Namun dengan adanya Surat Keputusan PM tersebut, ekspor Indonesia telah terhenti sejak 1 Januari 2018, padahal Indonesia mencanangkan target perdagangan bilateral Indonesia dan Viet Nam senilai USD10 miliar pada tahun 2020. 

Vietnam mengakui bahwa Surat Keputusan Perdana Menteri Vietnam mendapatkan perhatian besar dari beberapa negara mitra. Konsultasi Indonesia pada kesempatan ini adalah untuk mendapatkan persetujuan atas dokumen Vehicle Type Approval (VTA) Indonesia sebagai persyaratan kebijakan baru Vietnam.  

Secara substansi VTA Indonesia dengan standar Euro 4 mendapat tanggapan positif oleh pihak Vietnam, namun diperlukan beberapa penyempurnaan terhadap format sesuai dengan informasi tambahan yang disampaikan pihak Vietnam. (p/ab)