Gubernur Harap Maluku Masuk 10 Besar di PON 2020

By Admin

nusakini.com--Gubernur Maluku Said Assagaff berharap Provinsi Maluku bisa berada dalam posisi 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2020 di Provinsi Papua. Dia menilai peluang Maluku sangat besar untuk bisa bersaing dengan daerah-daerah lain. Sehingga bisa masuk 10 besar. 

"Sekarang ini peluang kita besar dengan adanya PON yang berikut di Papua. Saya baru saja ketemu dengan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku periode yang baru. Saya berharap pengurus yang baru ini bisa lebih keras lagi bekerja," ujar Gubernur Assagaff, usai menerima Pengurus KONI Provinsi Maluku periode 2017-2019 yang diketuai Toni Pariela, di ruang kerja Gubernur Maluku, Ambon, Senin (11/12). 

Assagaff katakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku ingin memajukan olahraga di daerah ini. Apalagi dirinya melihat ada ruang bagi kita sekarang di Maluku dengan adanya PON yang berikut di provinsi tetangga kita di Papua. 

"Nah kita dekat sekali dengan mereka. Karena itu saya minta seluruh cabang olahraga kita sudah harus siap. Sebab posisi kita dekat ke sana, dan dari segi transportasi, bagi saya lebih murah dibandingkan jika PON dilaksanakan di Pulau Jawa, Pulau Sumatera atau di Kalimantan," tuturnya. 

Dia menyebut, Maluku sebagai provinsi tetangga yang cukup dekat, harus bisa mengambil peran ini. Dirinya bahkan meminta Ketua KONI Maluku untuk membangun komunikasi dengan Papua. Jika memungkinkan, bisa ada satu atau dua cabang olahraga dalam PON, yang dilaksanakan di Maluku. 

"Katakanlah cabang tinju untuk PON, mungkin bisa kita bikin di Maluku. Kita buka ruang komunikasi dengan Papua, sehingga persiapan kita untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional, bisa dimulai dari sekarang," ujarnya optimis. 

Assagaff menyebut, Maluku bisa mengambil keuntungan dan ini bisa menjadi embrio, ketika PON yang akan datang digelar di Papua. Terkait dengan itu, untuk tahun 2019 - 2020, Assagaff katakan, pasti ada peningkatan anggaran untuk persiapan PON ke-20 tersebut. Pemprov Maluku disebutnya akan mulai mempersiapkan anggaran untuk itu. 

"Jadi, mari kita ambil peluang, saat PON dilaksanakan di Papua, kita provinsi terdekat harus masuk dalam peringkat 10 besar. Semua cabang olahraga yang ada di PON tahun 2020 itu, mari kita ikuti semuanya," tandas Assagaff. 

Menanggapi harapan Gubernur Assagaff tersebut, pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Maluku Tony Pariela mengaku ikut optimis. "Untuk memenuhi harapan Pak Gubernur tersebut, mau tidak mau konsolidasi harus dilakukan sejak dini," ujarnya. 

Itu artinya menurut Pariela, harus dilakukan pemusatan latihan secara lebih terstruktur serta sistematik, dan terukur. Dengan cara itulah, kata dia, harapan Gubernur bisa terpenuhi. 

Jika itu dilakukan, dia katakan, tentu membutuhkan investasi yang cukup besar. "Kita pernah melakukan itu dan kalau pemerintah daerah tidak berkeberatan untuk membantu, tentu KONI punya kewajiban untuk melaksanakannya," tandas Pariela. 

Sebagaimana diketahui, PON ke-20 tahun 2020 mendatang akan diselenggarakan di pulau paling timur Indonesia, Papua. 

Disebutkan, akan ada lima daerah yang akan menjadi venue-nya, yaitu Jayapura, Timika, Biak, Merauke dan Wamena. Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk mensukseskan event olahraga terbesar di Indonesia itu. 

Salah satu kota yang serius mempersiapkan diri adalah kota Timika di kabupaten Mimika. Kalau dulu kamu hanya mengenal Timika karena PT Freeportnya saja, maka kamu siap-siap saja untuk terkejut karena di Timika akan ada fasilitas olahraga yang lengkap dan bertaraf internasional bernama Mimika Sport Complex (MSC). 

Sementara untuk jumlah cabang olahraga yang bisa dipertandingkan pada PON 2020 hanya 38 cabor atau berkurang dibandingkan PON di Bandung sebanyak 44 cabor ditambah 12 cabor eksebisi. Hal itu disebabkan karena faktor kesiapan Papua sebagai tuan rumah.(p/ab)