Golput Berarti Tak Suruh Negara Maju

By Abdi Satria


nusakini.com-Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak para mahasiswa menyalurkan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 mendatang. Sebab, pemilu 2019 menjadi sejarah baru dalam kehidupan demokrasi di Indonesia lantaran untuk kali pertama Pemilu Legislatif diselenggarakan berbarengan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. 

“Ada perubahan. Kalau era reformasi aksi turun ke jalan, sekarang mahasiswa memberikan contoh kepada masyarakat untuk menentukan. Karena mereka ini dianggap menjadi kaum intelektual, maka sebagai kaum intelektual harus menyalurkan suaranya. Ora oleh golput (golongan putih/tidak memilih). Golput berarti tidak menyuruh negara kita maju,” katanya saat dialog “Milenial Cerdas Pemilu sebagai Penjaga Perdamaian dalam Menyongsong Pesta Demokrasi”, di Aula Kampus 1 Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Kamis (28/3). 

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini menyebutkan, partisipasi pemilih Jateng dari tahun ke tahun fluktuatif, tetapi angkanya cukup tinggi. Pada Pileg 2014 partisipasi pemilih 73,24 persen, Pilpres 2014 sebanyak 71,25 persen. Sedangkan Pilkada 2015 sebesar 68,54 persen, Pilkada 2017 mencapai 78,78 persen, dan Pilkada 2018 tercatat 73,19 persen. 

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), lanjut dia, ternyata penyumbang golput terbesar dari kalangan mahasiswa. Kebanyakan, para mahasiswa perantau yang saat hari H pencoblosan enggan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Sebaliknya, ketika masih tinggal di perantauan, mahasiswa enggan mengurus surat keterangan pindah agar bisa mencoblos. 

Karenanya, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini meminta agar pada 17 April mendatang, sebisa mungkin mereka menyempatkan pulang jika memang hak pilihnya di daerah masing-masing. Kalau sudah mengurus surat pindah, datanglah ke TPS. 

“Jangan disia-siakan. Pulang ketemu keluarga sekaligus ikut menentukan perubahan bangsa. Karena, kita sudah dewasa, kita yang menentukkan waktu kita, kita yang menentukan kehidupan kita,” tandasnya.(p/ab)