Bumdes Al Falah Kembangkan 5 Unit Usaha

By Abdi Satria


nusakini.com-Purbalingga-Baru setahun empat bulan, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Al Falah Desa Nangkod Kecamatan Kejobong menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, saat ini sudah ada lima usaha yang dikembangkan. 

Saat menerima kunjungan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Senin (16/9), Direktur Bumdes Al Falah, Kismo menuturkan pengembangan usaha Bumdes yang dibentuk sejak Mei 2018 mulai meningkat sejak digelontorkannya anggaran desa sebesar Rp150 juta pada April 2019 lalu. Bumdes gabg dikelolanya pun sudah memiliki lima unit usaha, yakni pengelolaan air bersih, produksi pupuk organik, perkebunan buah, peternakan kambing dan sapi, serta pengelolaan produk makanan ringan (UMKM). 

“Yang kami tampilkan ini adalah produk makanan ringan dari usaha Bumdes kami. Kendalanya memang di permodalah. Karena bantuan permodalan dari desa Rp150 juta kami bagi untuk lima unit usaha. Jadi sangat minim untuk pengembangan usaha kami,” kata Kismo. 

Hal berbeda disampaikan oleh Dedi Kurnianto atau lebih dikenal sebagai Dedi Onad “Knives For Nangkod”. Dalam mengembangkan usaha pembuatan kerajinan dari logam ini, dia merasa kesulitan merekrut pekerja. Karena sangat jarang anak muda yang tertarik pada pekerjaan pande besi yang digelutinya. 

Usaha yang digeluti sejak setahun lalu difokuskan pada pembuatan berbagai jenis senjata tajam baik untuk seni maupun untuk keperluan sehari-hari. Seperti golok, pisau, keris bahkan pedang ala samurai juga menjadi koleksi yang banyak diminati pembeli. “Pemasaranya kebanyakan melalui online,” katanya. 

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan, saat ini Pemkab Purbalingga tengah mendorong pemerintah desa, untuk memberikan perhatian pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa. Selain untuk menyejahterakan masyarakat, Bumdes juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan asli desa melalui berbagai unit usaha yang dikelola. 

“Pemkab melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memberikan pendampingan dan fasilitasi terutama untuk permodalan dan peningkatan kualitas produk UMKM. Nanti usaha produk makanan ringan yang dikelola Bumdes akan disurvei untuk mendapatkan pendampingan,” kata wanita yang akrab disapa Tiwi ini. 

Bupati juga akan menurunkan tim Dinkop UKM bagi usaha kerajinan logam yang dikelola Dedi Onad. Mereka melakukan pendampingan dan pembinaan usaha, termasuk pemasarannya. 

“Kalau bisa coba berdayakan warga sekitar untuk dapat membantu usaha kerajinan ini. Sehingga nantinya usaha ini dapat semakin berkembang,” katanya.(p/ab)