Blusukan ke Blitar, Mentan Langsung ACC Bantuan Jagung di Atas Kertas

By Admin


Mentan Andi Amran Sulaiman

nusakini.com, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (5/11). Dalam kesempatan tersebut, ia langsung menyetujui sejumlah permintaan bantuan teknis dari para peternak dan petani jagung.

Persetujuan itu bahkan dituliskan langsung di atas secarik kertas sebagai instruksi tegas untuk jajarannya. Salah satu usulan yang disetujui adalah pengembangan lahan jagung seluas 500 hektare oleh Nur Syamsudin, seorang peternak asal Blitar.

"Kalau 500 hektare mampulah," sebut Nur Syamsudin ketika ditanya terkait kapasitas lahan tersebut. Mentan pun langsung merespons dengan meminta stafnya mencatat komitmen itu agar segera direalisasikan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari pembentukan ekosistem baru yang menghubungkan petani, koperasi, dan peternak secara langsung. "Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi," ungkap Amran saat menjelaskan sistem integrasi tersebut.

Selain lahan, pemerintah juga menyetujui pasokan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beberapa wilayah. Koperasi Koderma di Magetan mendapatkan alokasi 50 ton jagung yang harus dikirim hari itu juga.

"Layani 50 ton jagung hari ini," tegas Mentan Amran kepada jajarannya saat mendengar permintaan perwakilan Magetan. Keluhan serupa dari peternak Lamongan bernama Suparto terkait hambatan pasokan SPHP tahap ketiga juga langsung ditangani.

Suparto meminta pasokan sebanyak 40 ton yang kemudian diteruskan Mentan ke Bulog Bojonegoro. "Empat puluh ton, Pak," kata Suparto usai menuliskan permintaannya di selembar kertas.

Ekosistem baru ini memastikan hasil panen petani diserap oleh koperasi dan Bulog bertindak sebagai penyimpan cadangan nasional. Hal ini bertujuan memberi kepastian pasar bagi petani sekaligus menjamin ketersediaan pakan bagi peternak lokal.

Pemerintah juga berjanji memberikan benih gratis dan bantuan alat mesin pertanian sesuai ketersediaan anggaran negara. Harapannya, mekanisme ini dapat menyelesaikan masalah rantai pasok secara nyata dan menyeluruh di tingkat akar rumput. (*)