AS Membeku! Badai Musim Dingin Fern Tewaskan Warga, Listrik Padam di Puluhan Negara Bagian

By Admin


nusakini.com, Amerika Serikat kembali dilanda cuaca ekstrem. Badai Musim Dingin Fern yang disertai suhu super dingin menyebabkan korban jiwa dan kekacauan di berbagai wilayah.

Sedikitnya dua orang tewas akibat hipotermia di Paroki Caddo, kawasan Shreveport, Louisiana. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi kematian tersebut, meski identitas korban belum diungkap.

Tak hanya itu, lima warga New York juga ditemukan meninggal dunia di Brooklyn, Manhattan, dan Queens pada Sabtu (24/1). Pejabat setempat menduga cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab kematian mereka.

Badai ini dipicu oleh massa udara Arktik yang menyapu wilayah AS sejak Jumat (23/1), membentang dari Dataran Tengah hingga Pantai Timur. Dampaknya masih terasa dan diperkirakan berlanjut di wilayah Timur Laut hingga Senin (26/1).

Salju tebal dan es melumpuhkan sejumlah negara bagian seperti Arkansas, Kansas, Maryland, dan Oklahoma. Sementara hujan beku dan lapisan es membuat jalanan licin di Texas, Tennessee, dan wilayah lain.

Para ahli menyebut fenomena ini dipicu oleh polar vortex yang turun ke wilayah Amerika Serikat. AccuWeather bahkan sudah memperingatkan sejak awal bahwa ratusan ribu warga berpotensi kehilangan listrik dan pemanas selama berhari-hari.

Hingga kini, badai Fern telah menghantam kota-kota besar seperti Dallas, Austin, Oklahoma City, Atlanta, Washington DC, Baltimore, Philadelphia, New York, hingga Boston.

Mengutip NBC News, peringatan cuaca mencakup 37 negara bagian dan berdampak pada sekitar 190 juta penduduk. Tak kurang dari 875 ribu pelanggan listrik mengalami pemadaman, dari Texas sampai West Virginia.

Cuaca dingin ekstrem ini diperkirakan masih akan menyisakan dampak, karena salju dan es sulit mencair dan berpotensi membeku kembali saat malam hari. (*)